BERITA

Rumah / Berita / Berita Industri / Bahan apa yang umum digunakan untuk linen hotel?

Bahan apa yang umum digunakan untuk linen hotel?

Oct 10, 2025

Bahan Umum untuk Seprai Hotel

1. 100% Katun: 100% katun adalah bahan utama untuk tempat tidur hotel. Seratnya yang panjang menyerap kelembapan dan menyerap keringat, serta terasa lembut. Biasa digunakan pada sprei kamar tamu, sarung bantal, dan barang lainnya. Katun stapel panjang (seperti katun Mesir) memiliki serat yang lebih panjang, kekuatan lebih besar, dan kilau halus, sehingga ideal untuk alas tidur hotel kelas atas.

2. Campuran Katun/Poliester: Memadukan kapas dengan poliester memadukan kenyamanan kapas dengan ketahanan aus dan ketahanan kerut poliester. Campuran ini relatif murah dan sering digunakan untuk linen ruang tamu dalam jumlah besar.

3. Satin: Terbuat dari benang berkualitas tinggi melalui proses tenun khusus, kain ini menciptakan kesan halus dan berkilau dengan tirai halus. Ini banyak digunakan dalam produk-produk kelas atas seperti seprai dan selimut di hotel bintang lima.

4. Serat Lainnya: Ini termasuk linen, bambu, dan 100% poliester. Serat rami menawarkan kemampuan bernapas dan antibakteri yang sangat baik; serat bambu lembut dan bersifat antibakteri alami; dan 100% poliester dikenal karena ketahanannya terhadap abrasi dan sifat cepat kering, sehingga biasa digunakan pada handuk kamar mandi dan linen makan.
Bagaimana cara menentukan ketahanan dan umur linen hotel?
Indikator kunci untuk menentukan daya tahan dan umur linen hotel

1. Tolok ukur frekuensi pencucian: Bahan yang berbeda memiliki batas atas yang jelas untuk jumlah penggunaan dalam kondisi pencucian standar. Seprai berbahan katun dapat dicuci sekitar 130–150 kali, campuran katun/poliester sekitar 180–220 kali, handuk sekitar 100–110 kali, dan taplak meja serta serbet sekitar 120–130 kali. Melebihi batas ini dapat menyebabkan serat menjadi kendur, mengecil, atau kusam.
2. Jumlah benang dan kepadatan kain: Jumlah benang (misalnya, 60S, 80S) dan kepadatan tenun berdampak langsung pada kekuatan dan ketahanan aus linen. Semakin tinggi kepadatan dan semakin halus jumlah benangnya, semakin ketat kainnya dan semakin lama masa pakainya. Linen hotel berkualitas tinggi sering kali diidentifikasi dalam dokumen penawaran menggunakan parameter seperti 60S, 80S, atau 200 (92 92).
3. Tanda-tanda keausan dan pemeriksaan: Tanda-tanda umum keausan meliputi lubang kecil, penipisan kain, warna memudar, pilling, atau serat lepas. Inspeksi visual dan sentuhan dapat mengidentifikasi tanda-tanda ini dan menentukan apakah linen perlu diperbaiki atau dibuang.
4. Tindakan perawatan: Menggunakan deterjen dengan benar, mengontrol suhu pencucian, menghindari kontak dengan zat korosif, memuat cucian dengan benar, memeriksa peralatan cucian secara teratur, memisahkan linen baru dan lama, dan mencuci dalam batch terpisah dapat memperpanjang umur linen secara signifikan.