Fungsi Kering cepat dan mudah dirawat: Tidak mudah menyusut, tidak ada setrika dan anti-kerut, pengeringan cepat setelah mencuci mesin. Tahan tahan lama dan pudar: ketahanan aus yang kua...
Lihat detail Faktor kunci yang mempengaruhi kenyamanan Seprai Hotel
1. Detail penampilan dan pengerjaan
Periksa apakah ada cacat pada permukaan setelah kemasan dibuka, apakah polanya sudah lengkap, apakah jahitannya halus dan bebas kerut. Detail ini secara langsung memengaruhi kesan pertama tamu terhadap tempat tidur tersebut.
2. Kepadatan dan jumlah benang
Semakin tinggi kepadatan benang dan semakin halus benangnya, semakin lembut kainnya dan semakin baik rasa di tangan. Kepadatan benang untuk perlengkapan tidur di hotel berbintang seringkali berada di atas 100, jauh lebih tinggi daripada kisaran 40 - 60 untuk perlengkapan rumah tangga biasa, sehingga meningkatkan kenyamanan.
3. Koordinasi sistem tidur secara keseluruhan
Selain perlengkapan tidur itu sendiri, selimut lembut, bantal penyangga, kasur berkualitas tinggi, dan baju tidur yang pas bersama-sama membentuk pengalaman tidur yang lengkap, dan tidak ada satupun yang boleh terlewatkan.
4. Keamanan bau dan material
Tidak adanya bau yang menyengat menunjukkan bahwa pewarna dan bahan finishing yang digunakan memenuhi persyaratan perlindungan lingkungan, sehingga menghindari ketidaknyamanan pada sistem pernafasan para tamu.
Bagaimana menilai ketahanan (ketahanan sobek, ketahanan pilling, jumlah pencucian) linen hotel?
1. Uji kekuatan sobek
Gunakan metode lidah tunggal untuk melakukan peregangan kecepatan konstan pada takik kain yang telah dipotong sebelumnya dan catat kekuatan sobek maksimum. Indikator ini mencerminkan kekuatan ikatan benang dan kemampuan ketahanan sobek dari keseluruhan struktur, dan merupakan uji inti untuk mengevaluasi ketahanan alas tidur.
2. Evaluasi kinerja pilling (balling).
Gunakan mesin pengujian Martindale untuk menyimulasikan gesekan harian dan tingkatan berdasarkan kepadatan, ukuran, dan kontras warna pil. Tingkat pilling secara langsung mempengaruhi umur penampilan dan kenyamanan tangan pada tempat tidur.
3. Jumlah siklus pencucian
Melalui simulasi laboratorium dari berbagai proses seperti pencucian, pemutihan, dan pengeringan panas, amati perubahan pembengkakan serat, pemudaran warna, dan kekuatan serat. Penelitian menunjukkan bahwa kualitas air, nilai pH deterjen, dan frekuensi penggunaan pemutih merupakan faktor kunci yang menentukan umur alas tidur.
4. Kualitas bahan dan jahitan
Periksa komposisi serat kain, lilitan benang, dan keseragaman jahitan. Kain campuran katun/poliester berkualitas tinggi dan jahitan yang diperkuat dapat menjaga integritas struktural setelah berkali-kali dicuci, sehingga mengurangi risiko robek dan menggumpal.